Pernahkah teman-teman merasa puas atau senang setelah tahu target yang telah dicanangkan selesai dilaksanakan? Atau mungkin merasa semakin bersemangat untuk melanjutkan aktivitas berikutnya setelah melihat beberapa coretan di “to-do list” (menandakan rencananya telah dijalankan dengan baik)? Hal itu mungkin bisa jadi salah satu media untuk senantiasa me-maintain semangat kita setiap hari.

Ketika kita sedang browsing di internet, misalnya, dan menemukan event yang menarik untuk dihadiri, maka biasanya kita akan mencatat waktu dan tanggal event itu, terlebih jika event tersebut gratis dan dapat dicapai tanpa menemukan beberapa kesulitan. Medianya mungkin akan bervariasi tergantung preference masing-masing. Misalnya aku lebih senang menulis di handphone dan mengaktifkan alarm satu jam sebelumnya. Atau mungkin sebagian dari kita lebih senang membawa buku catatan kecil dan menulis di dalamnya. Apapun medianya, sama saja, yang terpenting adalah usaha yang kita lakukan untuk membuat kita engage dengan event itu.

Karena event/aktivitas itu menurut kita bermanfaat, maka kita akan merasa “berkewajiban” untuk menghadirinya. Begitu selesai, apapun hasilnya, setidaknya kita telah melakukannya dan secara tidak sadar, hal tersebut sering membuat kita merasa senang dan puas. Nah, perasaan inilah yang aku maksud sebagai salah satu media untuk tetap bersemangat dalam menjalani hari.

Ada dua argumen yang setidaknya pernah aku dengar yang berkaitan dengan hal ini, yaitu:

  1. Hendaknya kita jangan cepat puas terhadap sesuatu yang sudah kita kerjakan
  2. Jangan membuat daftar aktivitas terlalu banyak karena hanya akan membebani diri kita sendiri

Argumen yang pertama dimaksudkan agar setelah kita selesai melakukan aktivitas, kita seyogyanya segera beralih ke aktivitas selanjutnya. Apabila kita merasa puas dengan aktivitas yang telah dilakukan dan tidak kunjung beralih ke aktivitas berikutnya, maka kita akan terlena dan ujung-ujungnya akan stuck hingga tanpa sadar kita tetap berjalan di tempat yang sama. Sedangkan argumen yang kedua bertujuan untuk lebih mengetahui kapasitas diri kita sendiri agar tidak kewalahan dalam melakukan semua aktivitas yang sudah direncanakan.

Menurutku, kedua-duanya perlu kita aplikasikan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, dengan tentu tidak mengelakkan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Masing-masing dari kita sendiri-lah yang lebih tahu kapan kita harus mem-push dan kapan harus mengendorkan diri.

Aku lebih senang menyebut aktivitas-aktivitas yang telah kita lakukan sehari-hari sebagai capaian-capaian kecil. Ini penting untuk meyakinkan diri kita bahwa seberapa berat hari yang dihadapi atau seberapa jauh mimpi yang ingin diraih, setidaknya kita sudah membuat progress, setidaknya kita sudah berbuat sesuatu. Tidak penting apakah itu besar ataupun kecil, asalkan istiqomah, maka tanpa sadar mimpi yang kita idam-idamkan itu akan mendekat dengan sendirinya.

Jadi, yuk kita bikin capaian-capaian kecil dalam hidup setiap hari. Tugas kita hanya berusaha, hasilnya kita serahkan pada Allah saja. 🙂

London, 2 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s