Aku mencari-Mu kemana-mana. Aku mencari-Mu ke dalam setiap lubuk hati manusia pilihan. Aku mencari-Mu ke pojok-pojok usang tanah tak bertuan. Aku mencari-Mu ke pucuk-pucuk gunung yang bersahabat dengan langit. Aku mencari-Mu kemana-mana tapi kau tak ada. Kau dimana?

Kadang aku kesepian. Sekian lama mencari-Mu namun yang kutemukan hanyalah sorot mata kosong penuh penantian. Tubuhnya tak bergerak, mematung memandangi dinding-dinding bata. Terpaksa aku berkeluh kesah dengannya, karena ia yang aku temui, ia yang mau menemaniku saat itu. Apa aku salah jika aku berpaling dari-Mu karena aku tak mampu menemui-Mu?

Hingga gema nama-Mu terbang melintasi angkasa luar sana, aku tetap berteman sepi. Memandangi suratan takdir yang setia aku peluk sebagai wujud kasih sayang yang harus aku emban. Aku menerimanya tanpa menghilangkan memori khayal atas kehadiran-Mu suatu ketika.

Dedaunan pagi masih saja jatuh dari pohon rindangnya. Gelombang pasang juga sesekali muncul sebagai penanda ada kekuatan Maha Dahsyat yang mengatur semua itu. Tapi apakah Kau tahu jika saraf dalam tubuhku bergetar jika nama-Mu disebut?

Aku selalu membayangkan betapa indahnya dunia jika aku bertemu dengan-Mu. Seolah semua menjadi terang benderang. Kepalsuan, kebiadaban, kekalutan yang tak berujung, semuanya sirna dihempas ke-Maha-an-Mu. Apakah Kau matahari yang senantiasa memberi cahaya di waktu pagi? Ataukah Kau bulan yang memperindah malam dengan pantulan cahayanya?

Oh, Yang selama ini aku cari. Sekian lama aku mencari-Mu. Setiap kali aku melihat sebutir debu terbang mendekati awan, aku merasakan bahwa Kau ada dan selalu hadir dalam setiap jengkal hidupku. Atau jangan-jangan Kau itulah debu itu? Ah, tak mungkin. Kau pasti tak serupa dengan apapun di semesta ini. Kau sudah pasti lebih dari apapun di jagad ini.

Duhai Yang senantiasa menjaga orang-orang terasing di pinggir-pinggir jalan. Duhai Yang memampukan setiap orang untuk tetap berjalan menjalani hari-harinya. Duhai Yang menjaga hati setiap manusia agar tetap berlaku baik kepada sesama. Duhai Yang Maha segalanya.

Aku sepenuhnya pasrah kepada-Mu.

London, 27 Februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s