img_20170131_012803_hdr-01

Mengalami sendiri perbedaan waktu yang cukup signifikan antara UK dan Indonesia menyadarkanku tentang banyak sekali hal. Selisih 7 jam membuat otakku terkadang masih sering berpikir, “Di Indonesia jam berapa sekarang ya?”

Hal yang paling kentara tentu ketika di UK orang-orang beranjak tidur, di Indonesia justru orang-orang sedang menyambut pagi. Apalagi jadwal kuliahku seringkali malam, sekitar pukul 17.30 waktu UK (di Indonesia pukul 00.30). Kadang tak habis pikir, “Ini aku kuliah di saat teman-teman di Indonesia sedang terlelap tidur.” Kalau sudah begitu, hawanya ya kepengin ikutan tidur. Hehe…

Point pentingnya sebenarnya bukan melulu soal hal teknis seperti yang sudah aku utarakan. Yang belakangan hari ini aku resapi justru adanya kebesaran Tuhan yang dengan mudahnya “melipat-lipat” waktu. Betul bahwa secara ilmu pengetahuan (terlepas dari masalah bumi itu bulat atau segitiga atau datar atau apapun itu) hal ini lumrah dan bisa dibuktikan secara scientific, tapi aku pribadi memandang ini hakikatnya hanyalah sebatas “permainan.”

Waktu bagi Tuhan menjadi sangat sederhana. Ia dengan kemahabesaran-Nya mampu menjadikan putaran 24 jam seolah menjadi sangat cepat. Hal ini terlebih dirasakan oleh para traveller yang berkunjung ke suatu negara yang memiliki perbedaan waktu yang cukup panjang. Contoh unik yang sempat menjadi perhatian di awal tahun tentu penerbangan maskapai United Airlines yang terbang dari Shanghai, Tiongkok pada tanggal 1 Januari 2017 dan mendarat di San Francisco, Amerika Serikat pada tanggal 31 Desember 2016. Secara perhitungan masehi jelas bahwa orang yang terbang dengan maskapai itu seolah kembali ke masa lalu, tapi sebenarnya perputaran waktu yang terjadi di bumi tetap sebagaimana adanya. Apakah ini juga berkaitan dengan teori relativitas waktu dari Einstein?

Aku bukan ahli dalam masalah waktu dan problematikanya. Namun, yang aku tahu, pembicaraan mengenai hakikat waktu tak henti-hentinya dikaji oleh para ilmuwan. Berbagai sudut pandang dipakai untuk menjelaskan segala aspeknya. Bahkan usaha untuk membuat mesin waktu masih terus berjalan hingga saat ini.

Aku jadi teringat cerita salah seorang guruku. Beliau bercerita bahwa dulu mbah-mbah kita kalau ingin pergi ke luar angkasa, yang tentunya menjelajah waktu hanya dalam sekejap, mereka hanya perlu masuk ke kamar, berdiam sejenak, dan memakai aura tubuhnya yang berwarna kebiru-biruan atau warna-warna ternteu. Oleh karena itu, di Jogjakarta ada buku Jawa kuno yang menceritakan secara persis mengenai deskripsi alam semesta beserta planet-planetnya. “NASA sekarang-pun sedang berusaha mentranslate buku itu karena mereka sudah merasa buntu dalam mengeksplorasi alam semesta.”

Cerita di atas, jika merujuk kepada kaidah-kaidah ilmiah dari dunia barat sama sekali tak ilmiah. Begitu pula mengenai NASA yang ke Jogja demi sebuah buku kuno, tentu perlu penyelidikan lebih lanjut. Namun meski cerita dari guruku ini kurang begitu nyambung dengan paparanku sebelumnya, permasalahan waktu hingga detik ini masih menjadi misteri.

Jika sudah buntu begitu, usahaku untuk menenangkan diri dari pertanyaan-pertanyaan yang terus beruntun tentu dengan kembali mengimani apa yang aku yakini. Ilmu yang kita miliki ini hanya sebatas air yang menempel di permukaan jarum yang baru saja diangkat dari dalam samudera yang termata luas. Samudera itulah ilmu yang Tuhan miliki. Ada banyak sekali hal yang tidak kita ketahui di dunia ini. Jika sudah sampai pada kesadaran ini tentu tak ada alasan bagi kita untuk sombong dan berbangga diri hanya karena ilmu yang kita miliki.

Akhirnya, meski tulisan ini jauh dari sistematika ilmiah, izinkan aku memungkaskinya dengan mengutip salah satu kutipan dari Cak Nun sebagai berikut.

“PAGI ITU ABADI, YANG MENGALAMI PERUBAHAN MENJADI SIANG HANYALAH KITA, YANG TERKUNGKUNG DI SUATU TEMPAT DAN TAK MAMPU MENGEJARNYA.”

London, 31 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s