Sebagaimana kita ketahui, setiap dari kita memiliki buku catatan amal atas semua perbuatan yang kita lakukan. Pada waktu-waktu tertentu, buku itu akan dibawa naik oleh malaikat untuk dilaporkan kepada Allah swt. Laporan buku catatan amal selama setahun akan diserahkan pada setiap malam nisfu sya’ban. Laporan buku catatan amal selama seminggu akan diserahkan pada setiap hari Kamis. Sedangkan untuk laporan buku catatan amal selama satu hari, akan diserahkan pada setiap sore hari menjelang maghrib.

Pada saat penyerahan itu, tentu kita ingin dinilai baik oleh Allah swt, mirip ketika orang tua kita mengambil buku rapor di sekolah. Ketika guru membagikan rapor kepada orang tua, biasanya orang tua akan bertanya banyak hal tentang kita, mulai dari perkembangan study kita, kognisi kita, hingga kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi kaitannya dengan masa depan kita. Pada hari itu, secara naluriah, kita akan berusaha untuk bersikap sangat baik, terutama kepada orang tua kita. Tujuannya satu, agar orang tua tidak marah dan memaafkan kita apabila dilapori hal-hal yang tidak baik tentang kita. Default-nya begitu.

Nah, karena setan tahu kapan-kapan saja buku catatan amal kita diserahkan kepada Allah swt, mereka dengan liciknya menggoda kita untuk tak menyadari momen penting itu. Mereka menggoda agar kita terlihat buruk pada saat penyerahan buku laporan itu. Akibatnya, kita yang tergoda ini lebih memilih menghabiskan waktu sore hari dengan perbuatan yang kurang bermanfaat, seperti duduk-duduk di pinggir jalan, menggoda orang lain yang lewat, menggunjing orang, dan lain sebagainya. Memang benar bahwa sore hari adalah waktu yang sempurna untuk melakukan semua hal itu, tapi bagi mereka yang sadar, kenikmatan itu sebenarnya hanyalah ilusi yang dibuat setan untuk mengelabuhi kita. Pikiran kita sedang dihasut olehnya.

Maka, instead of doing things useless, lebih baik kita memanfaatkan waktu-waktu itu untuk melakukan hal-hal baik yang bisa kita lakukan, misalnya: mengingat Allah di sore hari, berpuasa sunah pada hari Kamis, banyak-banyak berdoa pada malam nisfu sya’ban, dan masih banyak lagi.

Semoga kita selalu diingatkan tentang hal itu ya. Aaamiinn..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s