Aku melihat asa tetap ada di sana

Kakiku masih berpijak tak meragu

 

Ia datang silih berganti

Mimpi atau ia

 

Tekadku masih terpelihara

Malam menjadi saksi

Bulan pun begitu

 

Aku bertanya pada pagi

Katanya ia pun masih merindukan siang

Aku bertanya pada senja

Tuturnya pun tetap mendambakan gelap

 

Jika aku ditanya maka aku pun begitu

Masih rindu dengan asa

Tetap setia pada mimpi

 

Engkau tumbuh diantara aku dan mimpi

Bermekar disana

Engkau hebat

 

Sayang,

Aku tak mengerti apa itu mimpi

Ketika ada engkau menghiasi retina mataku

 

Bayangku kabur seketika

Ada engkau di mimpiku

 

Suatu waktu engkau berdiri di samping mimpi

Atau jangan-jangan engkaulah mimpiku itu

Sayang,

Percayakan saja pada Tuhan kita

Biarkan Ia merevisi, menyetujui lalu memutuskan

 

Engkau aku bimbing

Atau aku engkau bimbing dalam tataran retorika sosial lainnya

 

Bandung, 25 Oktober 2012

Advertisements

2 thoughts on “Engkau dan mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s