Malam sunyi dengan kelopak bunga yang tak bersemi

Bintang terang bekedip seakan senang dengan gelap

Tapi engkau sedih

 

Bintang sedari dulu hinggap di matamu

Seakan lenyap diterka gelap

 

Cahayamu yang selalu menyejukkan

Seakan tumbang ditebang gersang

 

Aku jengah untuk bertegur denganmu

Salah tingkah dibuatnya

 

Engkau memilih diam agar tak dipeluk kesedihan

Tapi kesedihan selalu menggodamu untuk menangis

 

Engkau menolak

Tapi tak mampu

 

Berusaha engkau untuk tegar

Tapi mungkin belum saatnya

 

Tuhan masih menginginkanmu untuk menangis

Karena bersama air matamu, kesombongan segera keluar dari tubuhmu

 

Tuhan berkehendak agar kau tetap bersahaja

 

Tetap tersenyum nantinya

Tanpa melupakan diri menjaga dari dosa

 

Maafkan aku yang hanya bisa terdiam

Karena memang engkau menyuruhku untuk berdiam

 

Cilacap, 20 Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s