Suatu topik yang tak pernah lapuk oleh jaman adalah tentang cinta. Cinta bukan hanya milik remaja saja, tetapi juga orang tua, anak kecil, dan semua orang yang mempunyai hati. Cinta tak selalu kepada pasangan, tetapi juga kepada orang yang memang benar-benar berarti bagi dirinya sendiri seperti orang tua, keluarga, dan lain-lain.

Setiap orang mempunyai definisi tersendiri tentang kata cinta, jadi rasanya tak perlu lah penulis mengeksplorasi pengertian cinta secara lebih mendalam. Terlihat lucu memang ketika menulis sebuah tema tentang cinta. Apalagi jika si penulisnya sudah bukan remaja lagi. Tetapi sebenarnya anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Bukankah cinta itu milik siapapun? Bukankah kata pepatah bahwa cinta itu buta?

Penuh dinamika. Mungkin dua kata tersebut yang cukup menggambarkan apa itu cinta. Berbagai cerita cinta dan juga rasa cinta itu sendiri hampir setiap orang memilikinya. Mulai dari yang hanya standar-standar saja ataupun cerita cinta yang begitu rumit. Kisah tentang perjalanan menemukan pasangan hidupnya juga bermacam-macam. Ada yang mendapatkan pasangan hidupnya di bagian belahan dunia yang lain, atau ada juga yang mencarinya hampir sampai ke kutub utara atau selatan, tetapi ternyata pasangan hidupnya tak lain  adalah temannya sendiri sejak kecil.

Unik memang cerita cinta itu. Maha Besar Tuhan yang telah menciptakan manusia tidak hanya segelonggongan daging yang bergerak, tetapi juga ada jiwa yang merasakan segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Namun juga perlu diingat bahwa Tuhan jualah yang sudah menentukan jodoh seseorang. Mengenai dalil tentang hal ini penulis rasa sudah sering didengar oleh para pembaca, jadi tak usahlah penulis jelaskan di sini. Tetapi terkadang ada saja orang-orang yang tidak mau menerima pasangannya ketika sudah berkeluarga selama beberapa tahun.

Satu cerita unik lagi yang ingin penulis angkat di sini adalah sebuah paradigma yang berkembang di masyarakat tentang jarak usia antara laki-laki dan perempuan dalam menjalin sebuah hubungan. Paradigma yang berkembang hingga saat ini adalah “Idealnya laki-laki itu lebih tua beberapa tahun daripada perempuan.” Penulis belum mengetahui apakah ada kaitannya dengan keadaan psikologis seseorang, atau bahkan mungkin ada hubungannya dengan kesehatan seksualnya, itu belum ditemukan oleh penulis.

Terkait hal di atas, penulis pernah bersenda gurau dengan seorang teman. “Menurutmu bagaimana jika seorang laki-laki menikah dengan seorang perempuan yang lebih tua?” Lalu jawab teman penulis, “Ah biasa aja. Justru itu yang sunah Rasul Mas. Rasul aja menikahi Siti Khadijah ketika umur 40 tahun sedangkan Rasul masih muda dan juga gagah kala itu. Hehe.” Tentu jawaban dari teman penulis itu dapat ditafsirkan dari berbagai pendekatan. Bisa dari pendekatan agama ataupun juga hanya alibi bagi laki-laki yang mencintai perempuan yang usianya lebih tua darinya.

Terkadang penulis ingin tertawa sendiri ketika melihat tingkah polah manusia. Ada-ada saja kelakuannya. Bahwa manusia itu unik ternyata memang sangat nyata di kehidupan sehari-hari. Namun penulis berpendapat bahwa orang-orang yang melihat berbagai fenomena tersebut dari kacamata hikmahlah yang akan lebih dapat mempelajari kehidupan ini secara utuh tanpa tercampuri nafsu amarah yang menghantui.

Akhirnya penyataan pamungkas yang sering didengungkan adalah “Semua itu dikembalikan kepada individunya sendiri.” Karena memang kebenaran dalam konteks ini bersifat relatif sehingga orang tidak berhak memaksakan pendapatnya terhadap pendapat yang lain.

“Apapun pendapatnya, tetap Bhineka Tunggal Ika semboyannya.”

Bandung, 7 Maret 2012

Advertisements

One thought on “Sebuah Coretan tentang Cinta

  1. idealnya…. pernikahan itu, atau cinta yg dirajut itu antara
    lelaki yang serius dengan perempuan yang serius
    karena sekarang begitu banyak yg merajut cinta, tapi salah satu atau bahkan keduanya
    tidak ada niatan tuk serius dalam ikatannya
    hasilnya, mereka mempermainkan cinta, dan menjadi satu diantara sekian banyak contoh yang membuat hubungan ‘lebai’ atas nama cinta

    nice post brother

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s