Doa merupakan salah satu bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT. Karena itu ia merupakan ibadah yang sangat dianjurkan. Dalam sebuh hadits Nabi SAW:

“Dari Anas bin Malik RA, dari Nabi SAW beliau bersabda “Do’a itu merupakan inti ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Bahkan doa merupakan amaliah yang paling mulia di sisi Allah SWT. dalam hadits yang lain disebutkan:

“Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Tidak ada satupun ibadah menurut Allah SWT yang lebih utama dari doa.” (HR. Imam Tirmidzi)

At-Thufi mengatakan besarnya keutamaan berdoa ini karena di dalamnya terdapat sikap tauhid dan ikhlas, yang hanya mengharap kepada Allah SWT. Beliau mengatakan

“Karena pada hakikatnya orang yang berdoa kepada Allah SWT itu sedang menghilangkan ketergantungannya kepada selain Allah SWT. inilah hakikat dari tauhid dan ikhlas. Dan tidak ada ibadah yang lebih tinggi dari keduanya.” (At-Ta’yin fi Syarhil Arba’in, 118)

Di samping sebagai ibadah kepada Allah SWT, di dalam doa terkandung sikap rendah hati seorang mukmin, yang dengan tulus mengakui kelemahan dan keterbatasan dirinya.

“Adapun maksud dari doa adalah menampakkan kekurangan manusia kepada Allah SWT” (Al-Adzak, 353)

Dengan berdoa seseorang akan merasa dirinya sebagai makhluk lemah, yang tidak mampu memenuhi segala kebutuhannya sendiri, tanpa bantuan Allah SWT. sehingga ia terhindar dari sifat sombong dan merasa dirinya paling kuat serta paling berkuasa.

Dikutip dari:

Abdusshomad, M. (2005). Penuntut Qolbu. Surabaya: Khalista.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s