Persepsi adalah kemampuan seorang individu memberi makna pada informasi-informasi yang telah diperolehnya. Hubungan dan pengaruh budaya ini tentu sangat menentukan perbedaan dan persamaan persepsi atas proses berpikir seorang individu. Individu dibesarkan sesuai dengan nilai-nilai tertentu yang berlaku dalam masyarakatnya dan diturunkan secara turun-temurun. Nilai-nilai yang dianut inilah yang sangat menentukan bagaimana seseorang dapat mempersepsi objek-objek yang ditangkap melalui proses kognisinya.

Kategorisasi yang merupakan bagian dari proses kognisi ternyata tak berbeda anta budaya bila terkait dengan pengalaman seperti warna, ekspresi wajah, dan bentuk-bentuk geomeetris. Hal ini berarti, proses-proses dasar ini akan sama pada semua orang namun kategori dapat pula menjadi berbeda ketika individu memiliki latar belakang pengalaman kultural yang berbeda. Ketika ada perbedaan kultural yang muncul bukanlah dalam kemampuan kognitif melainkan perbedaan dalam preferensi (pilihan) untuk menggunakan gaya-gaya kognitif tertentu.

Hubungan inteligensi sebagai bagian dari proses kognisi memiliki banyak definisi yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya. Bagaimana sutau budaya mendefinisikan apa yang disebut cerdas barangkali tidak sama dengan bagaimana budaya lain mendefinisikan inteligensi. Oleh karena itu, pengukuran inteligensi seharusnya disesuaikan dengan kemungkinan terjadinya bias budaya.

Dalam Bimbingan dan Konseling konselor hendaknya mempunyai kompetensi yang baik tentang bagaimana caranya mempersepsi sesuatu yang terjadi pada konselinya, dalam fungsi Bimbingan dan Konseling seorang konselor harus memahami perbedaan-perbedaan yang menyangkut tentang masalah budaya, di dalam kebudayaan persepsi seseorang tentang sesuatu sangat berbeda tergantung pada budaya apa yang ia anut.

Inteligensi juga perlu diperhatikan oleh konselor dalam proses Bimbingan dan Konseling karena budaya mempengaruhi Inteligensi dalam diri individu dari situ lah konselor harus bisa memberikan kebutuhan-kebututuhan yang sesuai dengan inteligensi konseli yang dipengaruhi dalam budaya yang berlaku dalam lingkungannya.

Sumber Buku:

Matsumoto, D. (2000). Culture and Psychology. Belmont: Wadsworth.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s