A.      ETNOSENTRISME

Etnosentris adalah kecenderungan untuk melihat dunia melalui filter budaya sendiri. Istilah ini sering dipandang  negatif, yang didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk melihat orang lain dengan cara di luar latar belakang budaya anda sendiri. Sebuah definisi terkait etnosentrisme memiliki kecenderungan untuk menilai orang dari kelompok, masyarakat, atau gaya hidup yang lain sesuai dengan standar dalam kelompok atau budaya sendiri, seringkali melihat kelompok lainnya sebagai inferior (lebih rendah) (Healey, 1998; Noel, 1968).

 

B.       STEREOTIP

Stereotip adalah menyamaratakan citra kita tentang kelompok orang lain, terutama tentang karakteristik psikologis mereka atau ciri kepribadiannya. stereotip merupakan bagian integral dan penting dari sebuah paket lengkap dari proses psikologis yang merupakan rasa diri dan konsep diri. Mereka sangat erat terkait dengan emosi, nilai, dan inti diri, dan dengan demikian, sulit untuk mengubahnya.

 

C.      PRASANGKA

Istilah prasangka sering digunakan untuk menggambarkan kecenderungan untuk menganggap hal lain dengan cara negatif. Meskipun etnosentrisme dan stereotip konsekuensi normal dan tak terhindarkan dari fungsi psikologis, prasangka tidak demikian. Prasangka hanya hasil dari ketidakmampuan individu untuk menyadari keterbatasan dalam berpikir etnosentris dan stereotip-nya. Prasangka memiliki dua komponen: komponen (berpikir) kognitif, dan komponen (perasaan) afektif. Stereotip membentuk dasar dari komponen kognitif dari prasangka, stereotip, keyakinan, pendapat, dan sikap terhadap orang lain. Komponen afektif terdiri dari satu perasaan pribadi terhadap kelompok orang lain. Perasaan ini mungkin termasuk kemarahan, penghinaan, kebencian, penghinaan, atau bahkan kasih sayang, dan simpati. Walaupun komponen kognitif serta afektif sering berhubungan, mereka tidak perlu, dan sebenarnya mungkin ada secara independen satu sama lain dalam orang yang sama. Artinya, seseorang mungkin memiliki perasaan tentang sekelompok orang tertentu tanpa bisa menentukan stereotip tentang mereka, dan seseorang mungkin memiliki keyakinan stereotip tentang orang lain yang terlepas dari perasaan mereka.

 

Sumber Buku:

Matsumoto, D. (2000). Culture and Psychology. Belmont: Wadsworth.

Advertisements

2 thoughts on “Etnosentrisme, Stereotip, dan Prasangka

  1. om…maaf terlalu ilmiah bahasanya….
    coba cari pengertian yang mudah dimengerti pembaca. apalagi pembacanya siswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s