Intellengence quotient sering disingkat dengan IQ merupakan hasil tes intelegensi untuk mengukur kemampuan dan intelegensi seseorang. Intelegensi (kecerdasan) adalah seluruh kemampuan individu untuk bertindak dan berfikir secara terarah guna mengolah dan menguasai lingkungan dengan efektif. Makin tinggi tingkat kecerdasan seseorang akan makin memungkinkan untuk melakukan tugas yang banyak menuntut rasio dan akal serta tugas yang bersifat kompleks.

Keberhasilan seorang murid dalam belajar ditentukan oleh faktor dari dalam dan ciri kepribadian. Faktor-faktor ini saling berkaitan dan mempengaruhi. Intelegensi akan berfungsi dengan optimal bila didukung oleh motivasi yang kuat dan sesuai. IQ dibagi atas verbal dan performance. IQ verbal merupakan rincian dari fungsi hemisfer kiri, sedangkan IQ performance merupakan gambaran dari fungsi hemisfer kanan.

Tes inteligensi dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yaitu secara individu dan kelompok. Tes inteligensi secara kelompok digunakan untuk tujuan yang lebih luas dan beragam seperti dalam seting sekolah dan militer. Sedangkan untuk situasi klinis, paling banyak digunakan tes inteligensi secara individual.

Tes inteligensi secara individual yang tidak membutuhkan penggunaan bahasa (perilaku verbal) disebut performance test. Sedangkan tes yang tergantung pada penggunaan kata-kata dan angka-angka disebut verbal test.

Untuk mendapatkan ukuran yang syah dalam intelegensi, orang yang mengikuti tes harus datang untuk lebih percaya kepadaa penguji bahwa penguji dapat dipercaya dan tidak menghakimi jiwa seseorang dan harus menggambarkan bahwa tes bukan hanya sebagai kepentingan tetapi juga tidak mengancam tugas. Hal tersebut karma penguji telah mendapatkan keahlian khusus dan pelatihan untuk membangun dan memelihara hubungan tanpa mengganggu standar sifat dari tes tersebut. Jumlah yang pasti dalam pelatihan juga sebagai kebutuhan untuk memperkembangkan kelancann dan cars kepercayaan daiam menanggulangi materi tes. Banyak tes individual membutuhkan subjek untuk memanipulasi objek, melengkapi gambar serf, melengkapi puzel, atau memberi tanggapan untuk pertanyaan berbeda Yang terdapat didalam. tes. Seorang penguji yang kelihatannya tegang akan terlihat gagal didalam penyajian materi tes, atau Yang gagal untuk menyajikan materi dalam penampilan yang standar itu tidak seperti mendapatkan langkah yang pasti dalam kecerdasan subjek.

Tujuan yang paling penting dalam pelatihan khusus yang dijalani psikolog sebelum mengurus tes intelegensi adalah perkembangan dalam penilaian profesional pemberian nilai untuk pertanyaan tes. Tes kecerdasan individual sering menggunakan pertanyaan yang umum seperti “apa yang akan kamu lakukan jika kamu menemukan dompet seseorang di jalan?” walaupun tes manual menyediakan garis pedoman yang luas untuk mengevaluasi jawaban untuk type pertanyaan ini. Penilaian dalam jawaban untuk pertanyaan yang umum adalah penilaian penting.

Buku Asli:
Murphy, K. R. & Davidshofer, C. O. (2005). Psychological Testing: Principles and Applications. New Jersey: Pearson.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s