Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali – kali dalam waktu yang berlainan. Alat dan cara mengukur atau mengamati sama – sama memegang peranan penting dalam waktu yang bersamaan. Dalam penelitian keperawatan, walaupun sudah ada beberapa pertanyaan (kuisioner) yang sudah distandarisasi baik nasional maupun internasional ,peneliti harus tetap menyeleksi instrumen yang dipilih dengan mempertimbangkan keadaan sosial budaya dari area penelitian ( Nursalam, 2003 : 108 ).
Pengertian Reliabilitas, Sugiono (2005) adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang. Dalam kajian teoritis, reliabilitas adalah sejauh mana pengukuran dari suatu uji coba yang dilakukan tetap memiliki hasil yang sama meskipun dilakukan secara berulang-ulang terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama. Instrumen alat ukur dianggap bisa diandalkan apabila memberikan hasil yang konsisten untuk pengukuran yang sama dan tidak bisa diandalkan bila pengukuran yang dilakukan secara berulang-ulang itu memberikan hasil yang relatif tidak sama.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsistensi dan ketidakkonsistenan dalam skor tes yaitu:
Kategori pertama dari faktor yang mempengaruhi skor tes adalah ciri-ciri individu yang umum dan permanen. Contohnya, kita mengharapkan beberapa anak untuk secara konsisten mengerjakan lebih baik dalam tes mengeja daripada anak lainnya karena mereka memang bagus dalam mengeja atau karena mereka bagus dalam mengikuti arahan dan dalam mengerjakan tes.
Kategori kedua adalah ciri-ciri individu yang spesifik tetapi permanen. Contohnya, beberapa anak yang secara umum buruk dalam mengeja mungkin mengetahui bagaimana cara mengeja kata-kata tertentu yang diberikan dalam tes. Jika anak-anak ini diberi tes lainnya, yang tersusun atas kata-kata yang berbeda, mereka mungkin mendapat skor yang berbeda pula.
Kategori ketiga adalah ciri-ciri individu yang umum tetapi temporer. Contohnya, anak yang sakit atau sangat lelah mungkin akan mendapat skor tes yang buruk tetapi akan mendapat skor tes yang lebih baik jika dia dites kembali dalam keadaan sehat atau bugar.
Kategori keempat adalah ciri-ciri individu yang spesifik tetapi temporer. Contohnya, tes mungkin mengandung kata-kata seperti Baltimore, Milwaukee, dan Seattle. Seorang anak yang mengerjakan tes setelah dia membaca kolom olahraga di surat kabar mungkin akan familiar dengan kata-kata tersebut.
Kategori kelima adalah beberapa aspek dari situasi tes yang dapat membawa pada ketidakkonsistenan dalam skor tes. Contohnya jika anak-anak yang mengerjakan tes dalam suasana kelas yang bising, remang-remang, kemungkinan skor mereka akan rendah daripada dalam keadaan kelas yang normal.
Kategori keenam adalah beberapa faktor peluang yang dapat mempengaruhi skor tes, beberapa keragaman dalam skor tes berkaitan dengan keberuntungan.

Pada dasarnya, ada empat faktor yang mempengaruhi reliabilitas suatu tes yaitu:

1. Karakteristik orang yang mengambil tes -> Faktor pertama yang mempengaruhi reliabiitas pengukuran psikologi adalah berkenaan dengan orang yang mengambil tes itu berbeda dalam hal karaktersitik atau sifat yang sedang di ukur. Maka, jika perbedaan individual cukup besar, sangatlah lebih mudah untuk mengukur mereka.

2. Karakteristik tes itu sendiri -> Rumus konsistensi internal untuk memperkirakan keajegan menjelaskan 2 faktor yang mempengaruhi koefisien keajegan yaitu (1) korelasi antara soal dan (2) jumlah soal. Pengertian ini menjelaskan bahwa keajegan dari suatu tes bisa ditingkatkan dengan 2 (dua) cara baik itu dengan meningkatkan korelasi antar soal atau meningkatkan jumlah soal.

3. Maksud penggunaan score tes -> Maka tes akan menjadi indikator kemampuan mental anak yang lebih ajeg saat mereka mengikuti tes daripada saat menjadi indikator tingkat kecerdasan jangka panjang mereka.

4. Metode yang digunakan untuk memperkirakan reliabilitas -> Tes dan re-tes (mengetes kembali) bentuk-bentuk pengganti, split-half, dan metode konsistensi internal tentang memperkirakan keajegan tes.

Buku Asli:
Murphy, K. R. & Davidshofer, C. O. (2005). Psychological Testing: Principles and Applications. New Jersey: Pearson.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s