Tak habis pikir, orang-orang sekarang begitu mudahnya mengatakan sesuatu yang seharusnya itu menjadi hal yang tabu untuk diucapkan. Perkataan kotor, jorok dan tidak senonoh begitu mudah mereka ucapkan. Yang membuat saya terheran-heran lagi adalah jika yang mengucapkannya perempuan. Bukan berarti jika laki-laki mengucapkan kata-kata kasar itu diperbolehkan, tetapi bukankah seharusnya perempuan lebih anggun dan menjaga martabatnya sebagai sosok yang lembut dan keibuan?

Jujur, ketika mendengar seseorang mengucapkan perkataan yang tidak semestinya untuk dikatakan, telinga saya menjadi sangat terganggu dengannya. Saya juga tidak tahu, tetapi siapapun yang mengucapkan kata-kata kotor, telinga, hati, dan pikiran saya seketika itu menjadi tidak nyaman dan merasa terganggu karenanya. Dan sekali lagi, jika yang mengucapkan itu adalah perempuan, saya pikir dunia memang sudah dekat dengan kiamat.

Saya bukan orang yang suci dan benar. Saya juga bukan orang yang selalu berucap baik dan nyaman untuk didengarkan. Saya juga manusia yang penuh dengan dosa dan kejelekan. Tetapi maksud saya menulis ini adalah mengajak kepada teman-teman pembaca setia tulisan saya untuk dapat kembali kepada warisan leluhur budaya Indonesia yang santun, sopan dan juga beradab.

Jika saya melihat, kebanyakan mereka mengucapkan kata-kata yang tidak baik tersebut adalah karena pergaulan dan juga lingkungan. Hal itu terlihat sekali ketika pertama kali saya meninggalkan kampung halaman saya untuk merantau ke Bandung, orang-orang bahkan anak-anak kecil sudah terbiasa mengucapkan kata-kata yang tidak semestinya diucapkan dalam pembicaraan sehari-hari. Kata-kata An**ng, Go**ok, dan lain-lain itu merupakan kata-kata yang dahulu kala adalah kata-kata yang tabu untuk diucapkan.

Bolehlah kata-kata itu diucapkan, tetapi dengan maksud tertentu agar orang lain paham, misalnya penjelasan mengenai binatang tersebut, ataupun penjelasan mengenai hukum Islam dan lain-lain. Saya menilai lingkunganlah yang menjadi faktor utama dalam membentuk karakter orang, terutama dalam tata krama yang lebih khusus lagi saya tekankan kepada aspek perkataan.

Memang jika berbicara masalah dosa atau tidak saya kurang begitu mengetahui hukumnya secara jelas, tetapi jika berbicara mengenai adab tata krama tentu itu sangat bertentangan dengan apa yang sudah menjadi warisan budaya nasional bangsa Indonesia.

Saya sebagai salah satu tumpuan bangsa ini yang notabene adalah pemuda tentu merasa sangat miris dengan adanya fenomena ini. Sekali lagi, saya bukanlah orang yang sedang berusaha untuk menasehati orang lain dan saya juga bukan orang yang selalu berkata benar dan baik. Saya hanya berusaha untuk menuangkan apa yang menjadi keluh kesah saya mengenai tata krama dan adab bangsa yang besar ini.

Mari kita kembali kepada apa yang nenek moyang kita tandaskan dan tanamkan kepada pewaris-pewaris bangsa ini. Bukan siapa-siapa, kitalah pewaris bangsa ini. Kita yang seharusnya menjadi tumpuan bagi kelangsungan hidup bangsa ini. Mulailah dengan hal yang kecil dan dari kita sendiri karena sesuatu itu akan menjadi besar jika dimulai dari hal yang kecil terlebih dahulu. Let’s back to the culture of Indonesia.

NB: Jika ada kesalahan itu sepenuhnya datang dari saya, dan jika ada kebenaran itu datangnya dari Allah semata yang disampaikan melalui tulisan saya ini. Semoga bermanfaat bagi insan-insan harapan bangsa. Jayalah Indonesiaku !

Advertisements

4 thoughts on “Perkataanmu, Harapan Bangsa

  1. Bagus kak tulisannya.

    Emang bener budaya, tata cara, dan sopan santun sekarang sudah banyak terlupakan, bahkan sudah jarang ditemui yang benar2 masih menjunjung tinggi nilai budaya, tata cara, dan sopan santun.
    😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s