Saya hanya duduk diam dalam ruangan berjalan itu. Sempit, panas, dan pengap. Kebisingan suara terus mengiringi kereta tua itu menyusuri panasnya rel kereta api yang beberapa bagiannya sedang direnovasi. Bukan hanya itu, di dalam kereta itu pun banyak sekali kebisingan suara yang ada. Selain dari suara para penumpang, ada juga suara dari para hamba Tuhan yang sedang mencari sesuap nasi demi kelangsungan hidup keluarganya. Ya, merekalah pedangan asongan yang senantiasa selalu setia menemani kami para penumpang kereta ekonomi menyusuri jalanan yang ujungnyapun kami tak tahu ada dimana.

“Pedangan asongan”

Suara mereka sangat khas, bahkan terkadang membuat kami semua tertawa mendengarnya karena suara mereka yang menggelitik. Itulah salah satu cara mereka untuk menarik perhatian kami untuk sekedar melihat dan memperhatikan apa yang ditawarkannya. Bermacam-macam yang mereka bawa, mulai dari makanan ringan sampai dengan beraneka macam buku.
Kereta ekonomi membawa cerita tersendiri bagi masing-masing orang. di dalamnya juga kita dapat mengambil pelajaran yang jika ditelisik lebih jauh akan sangat banyak sekali yang dapat kita ambil. Namun sayangnya tidak semua orang merasa nyaman dengan keadaan yang ada di dalam kereta ekonomi. Mulai dari panaslah, sumpek lah dan ada juga yang tidak tahan dengan baunya. Memang kesemua itu menjadi alasan masing-masing orang, tetapi bagi orang-orang yang sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu tentunya sudah sangat akrab sekali mereka dengan kereta ekonomi.

Jika anda adalah orang yang terbiasa dengan kehidupan yang mewah, maka dengan sesekali menaiki kereta ekonomi anda akan dapat melihat salah satu sisi kehidupan wong cilik di negara ini. Kita ambil contoh pedangang asongan yang selalu setia berada di dalam kereta ekonomi. Lihatlah mereka, walau panas, pengap dan bau selalu menghiasi hari-harinya tetapi semua itu mereka kesampingkan demi mencukupi kebutuhannya sebagai makhluk biologis yang membutuhkan pangan dan juga sandang.
Pernahkah anda tersadar bahwa mereka sebenarnya mempunyai keahlian tersendiri selain menjual apa yang mereka tawarkan? Keahlian itu adalah mereka pandai mencari jalan alternatif untuk keluar dari masalahnya. Tentu banyak yang bertanya, Ko bisa? Dari mana alasannnya? Hal itu saya pelajari dari terlalu seringnya saya menaiki mode transportasi murah meriah itu. Mengapa saya memiliki pandangan para pedagang asongan pandai mencari jalan alternatif untuk keluar dari masalahnya? Karena sepenuh apapun kereta api saat itu, tetap saja mereka dapat dengan tenang melewati lautan manusia dengan tetap membawa barang dagangannya di tangan. Sebuah perandaian yang ngawur memang, tetapi bagi saya itu adalah sesuatu hal yang tidak semua orang bisa melakukannya. Bayangkan saja, seseorang dihadapkan pada sebuah keadaan dimana ia harus melewati sebuah jalan yang penuh sesak dengan puluhan orang yang berdiri berdesak-desakan dan ia juga diharuskan membawa barang dagangannya yang bukan saja berat, tetapi juga besar. Menurut saya itu sesuatu hal yang luar biasa dan unik. Hanya orang-orang yang memiliki semangat hidup yang tinggi saja yang dapat melewati ujian dari Tuhan itu.

Terkadang saya hanya bisa tersenyum saja melihat mereka bergeliat di atas gerbong kereta ekonomi. Betapa tulusnya mereka melayani kami para penumpang kereta dengan canda dan kejenakaan mereka. Hanya orang-orang yang berusaha untuk selalu melihat sesuatu dari sisi positif saja yang dapat merasakan hal tersebut karena jika tidak, bukan saja keluhan yang keluar dari mulutnya, tetapi juga darah yang akan naik sehingga mengumpul di dalam otaknya dan lama kelamaan mengeluarkan asap kehitaman di atas kepalanya.

Marilah kita senantiasa untuk melihat semua itu dari kacamata positif. Percayalah bahwa Allah memberikan semua kejadian itu agar kita dapat mengambil hikmah untuk dapat kita gunakan bagi diri kita dan juga lingkungan kita.

NB : Hanya ingin sedikit berbagi dan mengajak untuk senantiasa melihat sekeliling kita bukan hanya dengan mata kepala, tetapi dengan mata hati. karena saya bukanlah orang yang selalu benar, maka kebenaran yang abadi hanya milik Allah dan jika ada kesalahan itu sepenuhnya datang dari saya pribadi.

Advertisements

2 thoughts on “Pahlawan di atas Kereta Ekonomi

  1. hehehe bener de…
    kehidupan yang sebenarnya selain di pasar tradisional,, di kereta ekonomi itulah kehidupan..
    banyakhal yang dapat dipelajari disana…
    menikmati perjalanan murah sambil belajar kehidupan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s