Macet… Macet… dan Macet… Seolah sudah menjadi makanan pokok sehari-hari di setiap sudut jalan kota Bandung. Berbagai penyebab kemacetan tentu sudah banyak yang dikaji oleh para pakar yang bekecimpung di dalamnya. Tetapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai penyebab kemacetan, tetapi jodoh kemacetan itu.

Ya benar. Suara knalpot yang meraung-raung. Bagi penggunan mobil nampaknya tidak menjadi masalah karena mereka (baca: pengguna mobil) berada di dalam mobilnya yang kedap suara, tetapi bagi pengguna kendaraan bermotor hal ini menjadi momok yang mengganggu. Bukan mengganggu mengenai hal teknis memang, tetapi lebih kepada psikologis para pengguna kendaraan bermotor. Bayangkan saja, ketika kita berada dalam suatu kemacetan total dengan cuaca yang panas dan kita merupakan pengguna kendaraan bermotor, lalu di setiap ujung kemacetan meraung-raung knlapot motor yang bisingnya melebihi sirine kendaraan patroli milik polisi. Pasti tak jarang para pengguna kendaraan bermotor yang merasa terganggu karenanya. Tak jarang pula mereka (baca: pengguna kendaraan bermotor) yang melemparkan kata-kata kasar kepada pengguna kendaraan bermotor yang memasang knlapot yang begitu bising.

Hal ini nampaknya sudah harus menjadi perhatian pemerintah kota Bandung agar lebih dapat menertibkan para pengguna knlapot bising. Kerugian yang lain terjadi ketiak knlapot bising meraung di instansi-instansi pendidikan di kota Bandung. Saya sering menjadi korban langsung dari raungan knalpot bising ini. Ketika sedang mendengarkan kuliah dengan seksama, tiba-tiba di ujung sana terdengar suara yang begitu mengganggu. Apa itu? Ya, knlapot bising yang sedang batuk sembari meraung mengeluarkan asap hitamnya. Sontak seisi kelas yang memang terletak di samping jalan langsung menengok ke luar jendela yang ada di pinggir kelas dan secara tidak sadar, para pemirsa (baca: orang yang sedang kuliah) akan kehilangan konsentrasi yang sejak tadi menghinggap di pikirannya yang senantiasa mendengarkan perkuliahan.

Saya melalui media ini (entah sampai atau tidak) menghimbau kepada pemerintah yang mengurusi akan ketertiban di kota Bandung agar segera menertibkan mengenai knlapot yang begitu mengganggu ini. Bukan apa-apa, tetapi ini untuk kebaikan bersama. Agar Bandung menjadi kota yang tertib dan bebas dari suara-suara yang mengganggu. Bukankah motto kota Bandung adalah Bandung Bermartabat? Apakah hal-hal seperti itu akan menunjukkan kota Bandung itu dipandang bermartabat oleh orang lain?

Semoga ini menjadi bahan instrospeksi bagi diri kita semua untuk lebih bisa memperhatikan dan berempati kepada orang lain yang sama-sama menggunakan planet bumi ini menjadi tempat pijakan dan tempat untuk menumpang hidup yang sementara ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s