Pagi ini mengingatkanku akan pagi-pagi selama bulan Ramadhan. Sahur… sahur… Kampung halaman selalu membawa rindu tersendiri. Rindu akan suasananya. Rindu akan kehangatannya. Rindu akan kebersahajaannya. Rindu, rindu, dan rindu. Dan yang pasti, rindu akan keluarga itu yang paling penting. Ibu, bapak, ade. Aku kangen kalian. Maafkan aku yang belum sempat pulang selama liburan ini. Doakan saja insya Allah nanti tanggal 25/26 aku pulang.

Jadi ingat kalau bulan ini pengeluaranku begitu membengkak. Bengkak, dan bengkak. Sampai-sampai aku ditanyakan oleh ibuku. Sungguh tak enak rasanya hati ini. Aku sendiri yang notabenen di sini sebagai pelaku juga merasa bingung. Kemana uangku? Bahkan bulan ini aku sudah deposit pulsa ke bapak sekitar 800 ribu. Itu berarti bulan depan aku hanya di transfer uang sebesar 200 ribu. Bagaimana ini? Sudah aku minta deposit 800 ribu, aku masih minta tambahan lagi 300 ribu. Ah ya Allah. Kenapa jadi gini? Aku pun sebenarnya ingin menekan pengeluaranku. Tetapi kenapa masih membengkak terus? Aku yang merasa gag enak hati sama orang tua. Belum lagi biaya aku akan pergi ke Malaysia. Ya Allah. Bantulah aku. Harus bagaimana aku? Aku sama sekali tak menghambur-hamburkan uang itu. Sama sekali tidak. hanya saja kebutuhan bulan ini yang dirasa sangat penting untuk aku beli. Apa itu salah? salah juga ternyata kata hati berkata. Dan salah itu bersumber dari manajemen keuangan. Ya. Dari dasarnya saja aku sudah salah untuk memanaj keuangan bulan ini. Memang aku akui aku salah dalam memanaj keuangan untuk bulan ini. Itu hal yang paling menjadi koreksi aku saat ini. Bulan depan harus bisa memanaj keuangan.

Bulan-bulan sebelumnya uang terasa selalu cukup, bahkan lebih. Sehingga untuk bulan ini aku merasa seperti bulan-bulan yang lalu. Sama cukupnya. Tetapi ternyata tidak. dan aku tahu, SE memang harus dibayar mahal. Mulai dari makan hingga kebutuhan yang membengkak karenanya. Tetapi memang itulah harga yang harus aku bayar. Impas memang. Bahkan tak seberapa. Kerana ada persahabatan bahkan persaudaraan di balik sana. Persaudaraan yang sangat erat diantara kami mahasiswa Student Exchange. Ah, sudahlah. Aku tak mau air mata ini turun lagi ketika mengenang SE.

Saat-saat seperti ini aku jadi teringat kembali akan mimpiku yang dulu. Kuliah sambil bisa bekerja kecil-kecilan sehingga bisa mensubsidi keuanganku selama di sini. Ingin sekali saat ini aku bisa bekerja. Dulu memimpikan selama liburan akan bekerja, ah ternyata tidak. tak bisa aku melakukannya. Satu alasan yang membuat itu semua belum terlaksana. Kesibukan. Karena SE lagi-lagi. Tetapi aku tak bisa menyalahkan SE, karena aku yakin ALLAH akan memberikan jalan rejeki sendiri-sendiri bagaimana caranya. Ya ALLAH, lancarakanlah rejeki hamba ya Rabb… Amin…

Advertisements

2 thoughts on “Curhat pagi

  1. rizqi dari Alloh selalu datang dari arah yg tidak kita sangka2…
    terus ikhtiar dan berdo’a, insya alloh akan ada jalannya..
    perbaiki manajemen keuangan sepertinya memang harus benar2 diperhatikan..
    semangat!!!
    semoga dimudahkan oleh Alloh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s