Matahari. Kemana engkau pergi 2 hari ini. Aku rindu akan hangatmu yang selalu menghinggapi tubuhku ini. Di saat aku sedang membutuhkanmu, engkau tak muncul. Mengapa? Apakah engkau bosan melihat tingkah laku manusia yang sudah melenceng jauh dari adab yang baik? Atau apa? Hanya mendung yang aku lihat 2 hari ini. Hanya mendung. Tak disertai hujan. Hanya gerimis yang turun pada malam ini. Dingin rasanya tubuh ini. Ingin segera merasakan hangatnya sinarmu.

Aku hanya sendiri 2 hari ini. Merasakan ketidaknyamanan tubuh ini sendirian. Aku sangat berharap engkau akan menyambut pagiku esok dengan kehangatan sinarmu wahai matahari. Muncullah esok dengan membawa energi positif yang akan engkau pancarkan kepada seluruh penghuni bumi, termasuk aku. Tahukah engkau bahwa aku di sini sedang membutuhkanmu?

Ah, betapa tidak bersyukurnya aku. Di saat engkau selalu ada setiap hari dengan sinarmu yang hangat itu, aku terkadang tak mensyukuri akan kehadiranmu. Namun, di saat seperti ini. Di saat aku sedang membutuhkan kehangatan, engkau tak ada. Maafkan aku ya Allah. Aku masih sangat kurang memiliki kesadaran akan nikmatMu yang tak ternilai harganya itu. Sinar matahari.

matahari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s