Diawali dari sebuah partisipasiku mengikuti program “UM-UPI Student Exchange 2010”. Program di mana terjadi pertukaran mahasiswa atau mungkin lebih dikenalnya dengan studi banding dari Universiti Malaya ke Universitas Pendidikan Indonesia. Mereka datang mengunjungi kampus UPI tercinta dengan membawa 17 mahasiswa. Di UPI, mereka pun mengikuti perkuliahan seperti biasa. Namun bedanya yang menemani mereka kuliah tidak sembarang orang. Hanya orang-orang yang lolos seleksi saja yang bisa mengikuti perkuliahan selama beberapa hari bersama dengan mereka. Salah satu diantara yang beruntung adalah aku. Alhamdulillah aku bisa mengikuti program itu. Dalam program terebut banyak sekali kegiatan yang dilakukan, mulai dari perkuliahan tentang bimbingan dan konseling, observasi ke sekolah, tour city, bahkan belanja. Semua melebur menjadi satu dalam program tersebut. Namun sebenarnya ada satu tujuan penting diadakannya program tersebut, yaitu penyusunan karya tulis ilmiah yang disusun oleh beberapa kelompok yang di dalamnya beranggotakan 5 orang. Beberapa dari UM dan beberapa lagi dari UPI. Sehingga dalam program tersebut terdapat 7 kelompok yang akan menyusun karya tulis ilmiah dengan berbagai judul yang diusung. Homosex, Cybersex, underachievement, burn out, dan lain sebagainya. Dan yang paling penting, karya tulis ilmiah tersebut akan di seminar internasionalkan. Itu mungkin yang membuat kami semua begitu memikirkan karya tulis tersebut.

Mahasiswa dari UM berada di UPI mulai dari tanggal 14 Juni sampai 9 Juli 2010. Jadwal kegiatan begitu padat. Bahkan dapat dikatakan tidak ada waktu untuk istirahat. Mulai dari kuliah, main, belanja dan sebagainya. Namun hal itulah yang menyebabkan persaudaraan diantara kita semakin erat. Tak ada lagi perbedaan bahasa, bangsa, dan negara. Tak ada batas. Semua melebur menjadi satu. Susah, senang, bahagia, gembira kita lalui bersama. Mengeluh? Hampir tak ada yang mengeluh. Walaupun pada awal-awal ada juga yang mengeluh, tetapi semakin hari semakin dijalani, rasa mengeluh itu pun hilang seiring perubahan niat yang tadinya menyambut tamu menjadi saling bantu-membantu antar saudara. Bukan lagi hanya sebatas persahabatan diantara kita semua, tetapi sudah menjadi persaudaraan yang teramat sangat erat.

Dormitory UPI menjadi markas utama kami dalam berbagi. Baik itu berbagi kebahagiaan sampai berbagi perjuangan mengerjakan karya tulis yang harus disusun selama 2 minggu. Tiap malam Dormitory selalu ramai. Baik dari orang yang menginap di situ, ataupun dari kami sendiri yang sibuk dengan kelompok sendiri. Karya tulis ilmiah, berdandan, makan bersama, sampai menonton bola. Semua dilakukan di Dormitory. Bisa dikatakan setiap hari bangunan tersebut selalu dikunjungi. Yang paling penting adalah rasa kebersamaan yang sangat tinggi antar sesama manusia yang ada. Dormitory oh Dormitory…

Pasar baru, Gasibu, Cihampelas selalu menjadi tempat favorit mereka untuk menuangkan nafsu belanjanya. Tak jarang pula kita mahasiswa dari UPI selalu menemani kemana mereka pergi. Sekali lagi ini bukan sebatas menemani tamu yang datang, tetapi ini sangat total untuk pergi bersama saudara yang sangat dekat. Berjam-jam mereka habiskan jika sudah berada di tempat belanja tersebut. Tetapi disitulah kebersamaan tercipta. Belanja bersama, makan bersama, hingga tidur bersama. Rasanya semakin sulit untuk melupakan mereka walau sejenak dari pikiranku.

Kawah putih, situpatengan, tangkuban perahu, dago pakar, dan sebagainya menjadi tempat yang pernah kami semua kunjungi selama di Bandung. Ratusan foto tercipta dari masing-masing kamera kami. Foto sana foto sini. Indah sekali. Bisa dibilang tiap 5 menit bahkan 3 menit selalu ada saja yang bersiap di posisi untuk berfoto ria mengabadikan moment paling berharga.

Tanpa terasa 1 bulanpun berlalu begitu saja. Rasa-rasanya baru kemarin kita semua dipertemukan dalam upacara penyambutan, tetapi kemarin tanggal 9 Juli 2010 kita sudah dipisahkan di bandara Husen Bandung. Banyak kenangan manis yang akan selalu kami ingat dalam lubuk hati kami yang paling dalam. Air mata setiap kami bercucuran mengalir melintasi wajah sedih kami. Perpisahan itu sangat menyiksa hati kami. Seakan-akan ada bagian dari tubuh kami yang hilang dibawa angin entah kemana. Tak mampu menahan tangis. Itulah kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan suasana hari itu. 9 Juli 2010. Tak hanya kami yang dari UPI yang merasakan perasaan itu, mereka mahasiswa dari UM pun begitu. Kami semua merasa sudah sangat erat dalam persaudaraan ini, tetapi kemudian kami semua harus dipisahkan oleh waktu yang begitu singkat ini. Banyak sekali kenangan tentang kami yang tak bisa aku sebutkan dalam tulisan ini. Susah, sedih, senang, bahagia melebur menjadi satu. Berbagai macam peristiwa yang telah mempersatukan hati kami pergi begitu saja. Tetapi semua memori akan peristiwa yang kurang dari 1 bulan ini akan selalu terpateri dalam lubuk hati masing-masing dari kami.

Dan hari ini, 10 Juli 2010. Rasa rindu mengelilingi diri kami semua. Rindu yang tak biasa. Sesuatu yang selama 1 bulan kemarin selalu menghiasi hari-hari kami, tetapi sekarang hilang begitu saja. Setiap dari kami hanya bisa berdoa untuk bisa bertemu kembali di lain waktu. Itu doa yang ada dalam hati setiap kami. Tak bisa dilupakan memang kenangan indah selama 1 bulan kemarin. Indah. Begitu indah dan takkan pernah lekang oleh waktu yang terus berputar.

Pelajar daripada UM (Abang Fikri, Abang Sham, Abang Fredy, Ka Ira, Ka Aida, Ka Nas, Ka Diana, Ka Nadh, Ka Ain, Ka Suzie, Ka Syifa, Ka Fara, Ka Chloe, Ka Alyn, Ka Mei fong, Ka Bhavani, Ka Rani) dan tentunya mahasiswa dari UPI yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

I MISS U AND I LOVE U ALL . . . 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s