Definisi Psikososial

James P. Chaplin (1968) mendefinisikan psikososial sebagai sesuatu yang menyinggung relasi sosial yang mencakup faktor-faktor psikologis.
Masa remaja merupakan suatu periode dalam rentang kehidupan manusia, yang mau atau tidak mau pasti dialami. Pada masa ini, berlangsung proses-proses perubahan secara biologis, juga perubahan psikologis yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk oleh masyarakat, teman sebaya, dan juga media massa . Di masa remaja, seseorang belajar meninggalkan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan dan pada saat yang bersamaan remaja mempelajari perubahan pola perilaku dan sikap baru orang dewasa. Selain itu, remaja juga dihadapkan pada tuntutan yang terkadang bertentangan, baik dari orangtua, guru, teman sebaya, maupun masyarakat di sekitar. Remaja bisa menjadi bingung karena masing-masing memberikan tuntutan yang berbeda-beda tergantung pada nilai, norma, atau standar yang digunakan.

Perkembangan Interaksi Sosial Remaja
Interaksi adalah peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sama lain, atau berkomunikasi satu sama lain (Thibaut dan Kelley: 1979). Interaksi juga dapat didefinisikan sebagai hubungan sosial antara beberapa individu yang bersifat alami yang individu-individu itu saling mempengaruhi satu sama lain secara serempak (Chaplin: 1979).
Remaja mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebayanya. Pada akhir masa anak, remaja lebih cepat perkembangannya dan menaruh perhatian untuk bergaul dengan orang lain (kelompok sebaya). Pertama, remaja bergaul dengan kelompok yang terbatas bersama teman yang sama jenis kelaminnya. Masa ini sering disebut “Gang Age” bagi pria, meskipun pada anak wanita pun gejala ini ada, namun tidak sekuat pada pria. Mereka belajar berprilaku sebagaimana orang dewasa berperilaku dengan sesamanya, seperti dalam (1) mengorganisasikan kegiatan-kegiatan olahraga dan sosial, (2) memilih pemimpin, dan (3) menciptakan peraturan dalam kelompok. Dengan jenis kelamin yang berbeda, mereka belajar keterampilan-keterampilan sosial orang dewasa, seperti berkomunikasi yang baik dan memimpin kelompok.

Perkembangan Aspek Emosional Remaja

Definisi Emosi
Menurut Crow & Crow (1958) pengertian emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik yang berwujud suatu tingkah laku yang tampak. Sedangkan Sarlito Wirawan Sarwono berpendapat, bahwa emosi merupakan setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai dengan warna afektif, baik pada tingkat lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang kuat (mendalam).

Karakteristik Emosi Remaja
Masa remaja secara tradisional dianggap sebagai perode “badai dan tekanan”, dimana pada masa itu emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Namun tidak semua remaja menjalani masa badai dan tekanan, namun benar juga bila sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu sebagai konsekuensi usaha penyesuaian diri terhadap pola perilaku baru dan harapan sosial baru.
Bichler (1972) membagi ciri-ciri emosional remaja menjadi dua rentang usia, yaitu 12-15 tahun dan usia 15-18 tahun.

Ciri-ciri emosional usia 12-15 tahun:
1. Cenderung banyak murung dan tidak dapat diterka
2. Bertingkah laku kasar untuk menutupi kekurangan dalam hal rasa percaya diri
3. Kemarahan biasa terjadi
4. Cenderung tidak toleransi terhadap orang lain dan ingin selalu menang sendiri
5. Mulai mengamati orang tua dan guru-guru mereka secara objektif

Ciri-ciri emosional remaja 15-18 tahun:
1. “Pemberontakan” remaja merupakan ekspresi dari perubahan yang universal dari masa kanak-kanak menuju dewasa
2. Banyak remaja mengalami konflik dengan orang tua mereka
3. Sering kali melamun, memikirkan masa depan mereka

Remaja tidak lagi mengungkapkan amarahnya dan dengan cara gerakan amarah yang meledak-ledak, melainkan dengan menggerutu, tidak mau berbicara, atau dengan suara keras mengkritik orang-orang yang menyebabkan amarah. Remaja juga iri hati terhadap orang yang memiliki benda lebih banyak. Ia tidak mengeluh dan menyesali diri sendiri, seperti yang dilakukan anak-anak. Remaja suka bekerja sambilan agar dapat memperoleh uang untuk membeli barang yang di inginkan atau bila perlu berhenti sekolah untuk mendapatkannya.

Advertisements

4 thoughts on “Resume Perkembangan Aspek Psikososial dan Emosional Remaja

  1. hmm isi blog na bagus..hmm bisa nambah pengetahuan n sexgus buat makalah tentang remaja untuk mapel budi pekerti n bimbingan konseling..hhee…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s