Puisi ini ditulis oleh seorang sahabat. sayangnya belum diberi judul oleh yang menulisnya. but it’s ok.

 

tak kusangka hari ini

semua larut dalam satu warna

setiap langkah

setiap kata

setiap tingkah

semua serempak dalam satu keseimbangan

tak kumungerti

tapi ku sadari

hingga tetesan air ini

menganak sungai

bak tetesan air hujan

semua terdiam

dalam satu nada

hingga satu suara datang menghempas

terus membuat tetesan semakin deras

terus membasahi diri ini

tak kuasa diri ini

menahan tubuh ini

jatuh dalam dekapan hangat

dan tetasan ini berhenti

Tuhan,

melihatkah engkau

tingkah ini

langkah ini

dan kata ini

terima kasih tuhan dengan suara itu

aku bisa bangkit

melihat masa depan dengan tetesan kebaikan

untuk sebuah perubahan

dalam keramaian di tengah keheningan

FIP building, 18 maret 2010

dalam keramaian ditengah keheningan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s