5 Februari 2010
Hari yang sangat dinantikan bagi penulis beberapa hari sebelumnya. Karena pada malam hari tanggal tersebut ada acara yang cukup menarik. Kenapa menarik? Karena malam itu penulis dan teman-teman yang luar biasa akan tampil di depan banyak pasang mata. Dan yang terpenting adalah disaksikan oleh banyak dosen dan rektor universitas dimana penulis menimba ilmu. PPB award. Begitulah namanya. Melihat dari namanya, acara tersebut tentu akan memberikan penghargaan kepada mahasiswa di jurusan PPB. Jurusan dimana penulis akan mengembangkan dirinya. Waktu tampilpun tiba. Semua bersiap untuk penampilan yang terbaik. Penampilan yang sudah dipersiapkan beberapa hari yang lalu. Saat itupun tiba, tetapi ALLAH berkehendak lain. Gitar milik penulis yang seharusnya mengiringi jalannya lagu yang dibawakan oleh teman-teman PPB 2009 ternyata tidak masuk dalam sound. Otomatis perasaan menyesalpun menghampiri sebagian teman-teman PPB 2009 terutama penulis sendiri yang tidak bisa menunjukkan apa yang tebaik bagi angkatannya. Penulis tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana. Perasaan serba salahpun muncul. Sifat ingin mencari kesalahan orang lain muncul juga saat itu. Beberapa menit penulis sangat down dan malu. Tetapi hati penulispun kembali sadar dan berusaha untuk mencari hikmah di balik semua ini. Toh semuanya sudah terjadi. Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Tugas kita tinggal menatap yang akan terjadi agar sesuai dengan kehendak kita. tetapi di samping kejadian itu semua, perasaan penulis merasa terhibur. Selain terhibur oleh acara yang cukup meriah dan fantastis (hha…), penulis juga terhibur karena gitar milik penulis dipinjam sana sini untuk tampil di depan panggung. Ya walaupun dengan sound seadanya, tetapi penulis merasa bisa sedikit membantu orang lain. Walaupun yang punya tetap duduk tetapi gitarnya bolak balik ke panggung. Hhe. Dan sebenarnya bukan hanya itu yang membuat penulis merasa terhibur, ada satu alasan lagi. Tetapi sayangnya penulis tidak bisa memaparkannya di sini. It’s a privacy. Hhe. Yasudahlah. Buat temen-temen PPB 2009, penulis secara pribadi minta maaf yha buat semua yang sudah terjadi. Dan semoga ke depan, kita bisa belajar dari pengalaman ini dan tidak mengulanginya lagi. Amin. And for she, this person is your secret admirer. 🙂

Advertisements

4 thoughts on “PPB AWARD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s