Setelah sekian lama tidak main bola di kampung halaman, akhirnya aku kembali bisa main bola di kampung halaman. Sebenarnya tidak ada yang berbeda sich dari main bola yang lainnya, tapi main bola di kampung halaman tidak memakai alas kaki. Itulah yang bikin kangen. Maklum lah, kami hidup di daerah pedesaan. Selain tidak memakai alas kaki, main bola di kampung halaman juga gratis. Tidak seperti di kota tempat kuliah saya. Bandung. Di Bandung saya tidak menemukan lahan kosong untuk main bola. Kalaupun ada, pasti tidak boleh untuk bermain bola. Kalau mau main bola paling futsal. Tetapi kalau harus futsal tiap hari kan juga boros biaya. Biaya futsal di Bandung paling murah sekitar Rp 70.000,00. Kalau yang main orang 10, berarti harus mengeluarkan biaya 7000an. Hal itu sangat boros bagi kami anak kos. Hhe. Tapi ya mau bagaimana lagi? Adanya seperti itu. Itu salahsatu resikko hidup di perkotaan yang padat penduduknya. So, nikmatin jha dehc. Live is fun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s