Globalisasi Sebagai Sistem

Friedman (1999 dalam Leong: 2001) “Globalisasi tidak hanya tren, tidak hanya fenomena, tidak hanya mode ekonomi. Hal ini merupakan sistem internasional yang telah merubah sistem perang dingin. Dan seperti sistem perang dingin, globalisasi memiliki aturan, logika, struktur, dan karakteristik”. “kedatangan globalisasi merubah cara yang ditempuh untuk berhubungan dengan yang lain, cara yang ditempuh untuk berhubungan dengan kehidupan pekerjaan mereka, dan cara yang ditempuh dalam penggambaran kebudayaan.” Globalisasi menunjukkan perubahan perilaku manusia yang terkadang menyebabkan penyimpangan tatanan perilaku. Kehidupan yang sangat kompleks yang didalamnya terdapat bagaimana memunculkan sistem adaptif.

Sistem Relevansi Kompleks yang Adaptif

Sesuatu yang sangat kompleks di dalamnya terdapat relevansi dan proses adaptif. Keunikan (karakter) seseorang tercipta bukan dari jumlah keunikan tetapi adanya kultur. Di dalam sistem kehidupan yang kompleks tetapi terarah pada perkembangan dengan diimbangi oleh informasi dan belajar.

Persoalan Dunia Kerja

Struktur dunia kerja dengan tantangan yang lebih besar, baik bagi individu maupun perusahaan menghendaki penciutan tenaga kerja dan terjadi pergeseran persyaratan keterampilan, terjadi pergeseran struktur dunia kerja dari clear-cut job description (pekerjaan sekali jadi) kepada bentuk yang lebih fleksibel yang tidak bisa menjamin adanya pekerjaan jangka panjang (long-term job). Jika persoalan dunia kerja tidak berjalan dengan baik akan muncul disorientasi personal dan ketidaktepatan orang menempati suatu pekerjaan. Sehingga menyebabkan ketidak maksimalan seseorang dalam profesinya tersebut. Belajar sepanjang hayat akan menjadi determinan eksistensi dan ketahanan ketahanan hidup manusia.

Mengapa Life-Long Learning ?

  • Memelihara akses belajar untuk memperbaharui pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk keberlangsungan partisipasi dalam masyarakat berbasis pengetahuan.
  • Meningkatkan investasi sumber daya manusia.
  • Membangun masyarakat inklusif yang memberi peluang yang sama untuk memperoleh akses belajar yang bermutu.
  • Masyarakat inklusif adalah masyarakat yang berempati, menjadi masyarakat yang mandiri.
  • Mencapai jenjang pendidikan dan kualifikasi vokasinal yang lebih tinggi.
  • Mendorong masyarakat untuk berperan aktif di dalam kehidupan publik, sosial, dan politik.

Masalah Values

  • Terjadi suatu kompleksitas, suatu paradoks yang menimbulkan kebingungan, kecemasan, dan frustasi.
  • Ekspektasi kehidupan manusia harus hadir dalam proses perkembangan secara sinergis dan harmonis, berkembang ke arah kesatuan.
  • Perkembangan manusia terarah kepada kesatuan eksistensi dan bukan keragaman eksistensi.
  • Nilai agama yang amat fundamental menjadi arah dan landasan perkembangan manusia ke arah kesatuan eksistensi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s