 PERISTIWA YANG MEMBUAT TERTARIK TERHADAP BK

Pada waktu saya SMA sebenarnya saya tidak minat masuk ke jurusan BK. Pada awalnya saya hanya ingin masuk jurusan teknik karena selain sebagian besar keluarga saya masuk teknik, saya juga tidak berminat menjadi guru. Kalaupun harus jadi guru, saya ingin menjadi guru Olahraga atau guru BK. Karena selain saya tidak bisa mengajarkan pelajaran kepada orang lain saya juga memiliki persepsi bahwa guru BK dan guru Olahraga paling sedikit masuk kelas sehingga jarang mengajar. Tetapi seiring waktu berjalan, banyak yang memberikan masukkan dari sana sini yang pada intinya sebagian besar masukan itu menganjurkan saya masuk ke pendidikan. Termasuk orang tua saya juga menyarankan saya masuk ke pendidikan. Pada saat itu saya mulai berpikir tentang masa depan saya ke depan. “Mau jadi apa saya nanti ?” Hal itulah yang terus saya pikirkan secara matang – matang. Sampai akhirya saya memutuskan untuk masuk ke pendidikan mengikuti saran orang tua dan orang – orang di sekitar saya. Tetapi kemudian saya berpikir akan masuk pendidikan apa saya nanti. Orang tua menyarankan untuk masuk ke BK karena orang tua tahu jika ke depannya jurusan BK akan sangat diperlukan. Hal itu dibutikan dengan adanya pengangkatan CPNS di kabupaten Cilacap yang mengangkat guru BK lebih banyak dari guru yang lainnya. Akhirnya saya meutuskan untuk masuk ke jurusan BK dan mulai mencari informasi tentang jurusan tersebut. Setelah sedikit banyak mengetahui tentang BK, saya mulai menyukai jurusan tersebut. Ternyata banyak sekali sisi positif yang didapat dari mempelajari pendidikan BK. Contohnya, kita bisa membantu mencarikan jalan keluar bagi orang yang memiliki masalah baik masalah lahiriah dan batiniah. Kemudian saya mencoba mencari sebuah perguruan tinggi sebagai tempat peraduan ilmu saya. Akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA. Sebuah universitas yang tidak begitu diketahui oleh orang. Terutama orang daerah Jawa Tengah. Khususnya Cilacap. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkah saya untuk mendaftar di UPI. Dan Alhamdulillah akhirnya saya diterima sebagai mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Program Studi Bimbingan dan Konseling.

 KESAN TERHADAP BK

Pertama kali saya mengenal kata BK pada waktu saya SMP. Pada waktu itu saya masih awam dengan kata BK. Yang saya tahu tentang BK saat itu adalah guru yang mengatasi masalah kenakalan para siswanya. Gurunya pun saya tidak tahu siapa namanya, karena guru BK tidak pernah masuk ke kelas. Karena itulah saya tidak begitu mempermasalahkan tentang guru BK. Sewaktu saya SMA saya mulai mengetahui sedikit banyak tentang BK. Pada waktu itu pemikiran saya terhadap BK masih agak sama dengan pemikiran saya pada waktu SMP yaitu guru yang mengurusi ketertiban siswanya. Tetapi guru BK di SMA agak sedikit beda dengan guru BK SMP. Ketika di SMA, guru BK sering masuk kelas. Tetapi itu tidak merubah persepsi saya terhadap guru BK. Namun ketika saya masuk kelas 12, saya mulai merasakan manfaat dari guru BK. Ternyata tidak hanya mengurusi masalah ketertiban siswa, guru BK juga terkadang memberikan solusi kepada siswa yang berkonsultasi. Hal itulah yang membuat saya mulai berpikiran positif terhadap guru BK. Menurut saya guru BK adalah guru yang friendly. Asalakan kita tidak melaggar tata tertib yang ada di sekolah
 PANDANGAN ORANG LAIN TERHADAP BK

Banyak teman saya yang memiliki persepsi bahwa guru BK itu adalah guru yang paling menyebalkan. Karena di mata mereka , guru BK adalah guru yang selalu menghantui setiap gerak – gerik mereka. Tetapi tidak semua teman saya menganggap guru BK seperti itu. Ada juga yang menganggap guru BK sebagai guru yang sangat mengasyikkan. Tergantung dari sisi mana mereka memandang guru BK tersebut.

 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENGAPA GURU BK TERLIHAT MENYENANGKAN ATAU MENYEBALKAN

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, antara lain :

a. Raut muka yang diperlihatkan oleh guru tersebut.

Terkadang guru itu memperlihatkan raut muka yang kurang mengenakkan untuk dilihat para muridnya. Misalnya guru itu jarang senyum kepada siswanya.

b. Cara berbicara.

Ada beberapa guru yang memiliki cara berbicara serba keras. Ada juga yang lemah lembut. Hal ini sangat berengaruh terhadap penilaian siswa kepadanya.

c. Cara menyampaikan bimbingannya kepada siswa.

Tidak semua guru BK memiliki kemampuan memberikan bimbingan secara baik. Tidak jarang pula guru BK yang hanya asal mengajar.

Advertisements

5 thoughts on “BK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s