Ketika Catatan Amal Diangkat

Sebagaimana kita ketahui, setiap dari kita memiliki buku catatan amal atas semua perbuatan yang kita lakukan. Pada waktu-waktu tertentu, buku itu akan dibawa naik oleh malaikat untuk dilaporkan kepada Allah swt. Laporan buku catatan amal selama setahun akan diserahkan pada setiap malam nisfu sya’ban. Laporan buku catatan amal selama seminggu akan diserahkan pada setiap hari Kamis. Sedangkan untuk laporan buku catatan amal selama satu hari, akan diserahkan pada setiap sore hari menjelang maghrib. Baca lebih lanjut

Perjalanan yang Tak Berkesudahan

Bayangkan anda sedang dalam perjalanan ke suatu tempat yang anda sudah ketahui alamatnya, tapi sayangnya anda tak tahu kapan anda akan sampai. Benar bahwa anda bisa memperkirakan waktu tempuh dan kendaraan apa yang bisa anda gunakan, tapi tiba-tiba anda menyadari bahwa sebenarnya ada banyak sekali kemungkinan yang bisa menimpa anda di perjalanan. Macet, misalnya, hujan badai, uang anda hilang, dan banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya. Yang anda lakukan biasanya adalah bersikap lebih waspada dan mengatur diri agar siap menghadapi semua kemungkinan-kemungkinan tadi.

Puncak dari semua ketidaktahuan anda itu adalah Baca lebih lanjut

Pak Satpam yang Baik

Kemarin, selepas pulang kantor, aku berkunjung ke salah satu gedung di Jl. H. R. Rasuna Said Jakarta. Aku memang menyengajakan diri melakukan sedikit survey lokasi untuk keperluan hari Sabtu esok, tes IELTS! Begitu pentingnya momen itu dan karena itu adalah tes pertamaku, aku tak mau waktuku terbuang hanya karena tak tahu dimana dan seperti apa lingkungan tempat tesnya. Baca lebih lanjut

Mengapa menyalahkan orang lain?

Ketika kita berkumpul dengan teman atau mungkin pada saat kita berada di tempat-tempat keramaian, ada saja orang yang bicaranya menyalahkan orang lain. Padahal mungkin sebenarnya yang bermasalah justru dia sendiri. Tapi entah mengapa, menurut mereka, mencari kambing hitam akan permasalahan yang dia alami adalah sebuah kenikmatan tersendiri.

Dalam kehidupan pekerjaan pun begitu. Antar satu bagian dengan bagian lainnya saling menyalahkan dan merasa bagiannya yang paling benar. Anehnya, pada saat kedua bagian itu bertemu, mereka malah terlihat begitu bersahabat dan seperti tak ada masalah sedikit pun. Pada saat pertemuan berakhir, masing-masing anggota kembali ke tabiatnya, menyalah-nyalahkan bagian lain yang beberapa menit yang lalu bertemu dalam sebuah pertemuan. Baca lebih lanjut

Kelas Inspirasi Bandung 4 Kelompok 55 SD Negeri Rancaloa: “Terinspirasi karena Menginspirasi”

Ketika SD dulu, tak banyak profesi yang saya ketahui. Jika ditanya apa cita-cita saya, saya selalu menjawab “Pilot..!!” Di lain kesempatan, saya sering juga menjawab “Polisi..!!” Namun nyatanya, saya kini bekerja sebagai seorang karyawan di Learning Office BPJS Ketenagakerjaan. Benar-benar tak ada hubungannya dengan Pilot maupun Polisi, bukan?

Ketertarikan saya terhadap “Kelas Inspirasi” dimulai pada saat saya masih kuliah, sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, beberapa teman terlibat menjadi relawan dokumentator pada kegiatan Kelas Inpirasi Bandung. Saya penasaran apa itu Kelas Inspirasi. Setelah browsing sana browsing sini, tanya sana tanya sini akhirnya saya menemukan jawabnya. Baca lebih lanjut

Mendongkrak Reputasi BPJS Ketenagakerjaan melalui Penerapan Good Governance

Latar Belakang

Perkembangan suatu institusi/organisasi sangat dipengaruhi oleh aspirasi publik terhadapnya. Kemajuan internet yang semakin pesat dewasa ini juga turut berperan memfasilitasi publik untuk menyampaikan aspirasinya. Masih segar di ingatan kita bagaimana pesatnya penandatanganan petisi yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Ketenagakerjaan RI, dan BPJS Ketenagakerjaan terkait Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2015 tentang Jaminan Hari Tua yang didukung oleh lebih dari 100.000 orang (Mahardhika, 2015: Online). Meskipun pada kenyataannya BPJS Ketenagakerjaan hanya berperan sebagai operator, namun petisi tersebut mampu memaksa direksi BPJS Ketenagakerjaan beserta para stakeholders terkait “wara-wiri” di berbagai media untuk menjelaskan duduk permasalahan hingga akhirnya PP tersebut direvisi oleh Presiden. Masalah tersebut menunjukkan betapa kuatnya pengaruh aspirasi publik dan internet terhadap sebuah kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Baca lebih lanjut