Mengembalikan Sesuatu pada Tempatnya

Pada waktu kecil dulu, aku seringkali “dimarahi” Ibu karena tak mengembalikan mainan ke tempatnya. Aku lebih senang mengeluarkan mainan dari kardusnya dan tak merapikannya kembali ke tempat asalnya. Parahnya, kebiasaan burukku itu juga terjadi ketika aku selesai makan, menonton TV, atau aktivitas rumah tangga lainnya. Teguran Ibuku masih sama, “Maasss… Dikemasi malih!” (Mas, dirapikan lagi).

Read more

Indonesian Night “Pelangi” 2017: Bahuma yang Membahana

img-20170304-wa0009
Foto sesaat sebelum tampil

Halo mbak, apa sudah terpenuhi penarinya?” isi chat-ku ke mbak Mita tanggal 6 Desember 2016.

Chat-ku itu didasari karena beliau (mbak Mita: red) mem-post sesuatu di grup mahasiswa Indonesia di University College London (UCL) yang intinya membutuhkan penari laki-laki untuk masuk ke dalam tim Tari Dayak. Awalnya aku sempat ragu karena merasa kaku jika diminta menari. Namun setelah diyakinkan oleh mbak Mita dan berbekal keyakinan untuk juga ikut serta melestarikan budaya bangsa, akhirnya aku putuskan untuk ambil bagian dari tim itu. Belakangan aku tahu ternyata bukan cuma aku dan mbak Mita yang masuk ke dalam tim tari ini. Ada satu laki-laki yang juga sama-sama kuliah di UCL yang akan melengkapi tim menjadi tiga orang yang terdiri atas 2 laki-laki dan 1 perempuan. Dia bernama Wahyu.

Read more

Pentingnya Capaian-Capaian Kecil dalam Hidup: Sebuah Refleksi Singkat

Pernahkah teman-teman merasa puas atau senang setelah tahu target yang telah dicanangkan selesai dilaksanakan? Atau mungkin merasa semakin bersemangat untuk melanjutkan aktivitas berikutnya setelah melihat beberapa coretan di “to-do list” (menandakan rencananya telah dijalankan dengan baik)? Hal itu mungkin bisa jadi salah satu media untuk senantiasa me-maintain semangat kita setiap hari.

Read more

Menjadi BPJS Ketenagakerjaan: Ceritaku Mengikuti Tahap Rekrutmen

9ywteygozb
Foto pada saat peresemian Institut BPJS Ketenagakerjaan 28 Oktober 2015

Kesempatan itu datang

Setelah lulus dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), aku berniat melanjutkan pendidikan S2.

“Ya mimpinya sih lanjut ke luar negeri, tapi minimal S2 di dalam negeri dulu lah,” pikirku.

Berbekal niat dan keyakinan, aku berangkat menuju Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur untuk memperdalam kemampuan Bahasa Inggrisku. Aku sadar, waktu itu kemampuan Bahasa Inggrisku sangat-sangat basic, bahkan mungkin low basic (meskipun sekarang juga sepertinya masih begitu :D). Maka aku bertekad untuk memulai belajar Bahasa Inggris dari nol lagi.

Read more

Mencipta Kesejatian

Tiba-tiba kalut itu menjelma menjadi sepi yang tak terperi, kehampaan dalam ruang kosong tanpa ujung. Ia merasuk melalui ubun-ubun kepala, melewati kerongkongan yang kering, hingga berakhir di telapak kaki yang tak pernah berhenti berpijak. Fakta bahwa sebagian besar tubuh manusia hanyalah ruang seolah menjadi tempat istimewa bagi sebercik kesedihan.

Read more

Menakar Diri

15941265_10207973878772578_5373606634564606392_n

Rasa-rasanya baru kemarin aku berkunjung ke Lampung untuk menghadiri RAKERNAS dimana aku resmi dilantik menjadi bagian dari Kepengurusan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional periode 2016-2017, namun ternyata bulan ini sudah akan berlangsung MUNAS III yang itu berarti bahwa masa kepengurusanku akan segera berakhir. Read more